SELAMAT DATANG DI SUBDEN 3 PELOPOR | DEN A BRIMOB KALTIM

ARTI-LAMBANG

LAMBANG SATUAN
 
TUNGGUL DETASEMEN A PELOPOR

“TANGGAP CENDEKIA WASPADA”

 
 
A.           BENTUK
Bentuk           : Sisi kiri Tunggul berisi lambang Dhuaja Satuan Brimob Polda Kaltim  “ SATYA SAKUNTA LOKA ”, pada sisi kanan berisi lambang Tunggul berbentuk perisai melengkung dengan garis tepi berwarna merah dan terdapat lambang Detasemen A berupa “Burung Sikatan” berwarna hitam sedang mengepakkan sayapnya.

B.            WARNA
Warna           : Perisai berwarna kuning dengan garis tepi berwarna merah, burung sikatan berwarna hitam dengan garis tepi berwarna putih, pita berwarna kuning dengan garis tepi berwarna merah, dan tulisan diatas perisai berwarna hitam.

C.           MAKNA
1.            Tulisan :
“ TANGGAP “ : mempunyai makna sebagai insan bhayangkara sejati, setiap anggota Brimob harus memiliki kepekaan terhadap setiap perubahan situasi dengan diwujudkan dalam kecepatan dan ketepatan guna menunjang keberhasilan setiap pelaksanaan tugas pokok yang selalu dilandaskan pada motto “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”.
“ CENDEKIA “ : mempunyai makna sebagai insan bhayangkara sejati, setiap anggota Brimob harus memiliki budi pekerti, aklhak dan pikiran yang cerdas dengan diwujudkan dalam profesionalisme serta penguasaan terhadap seluruh kemampuan Brimob yang dimiliki, guna menunjang keberhasilan setiap pelaksanaan tugas pokok yang selalu dilandaskan pada motto “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”.
” WASPADA “ : mempunyai makna sebagai insan bhayangkara sejati, setiap anggota Brimob harus selalu dalam kondisi siap siaga menghadapi setiap tantangan tugas yang ada, guna menunjang keberhasilan setiap pelaksanaan tugas pokok yang selalu dilandaskan pada motto “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”.
2.            Gambar :
“ PERISAI “ : melambangkan sebagai insan bhayangkara sejati, setiap anggota Brimob senantiasa melindungi dan mengayomi masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban, warna kuning melambangkan kejayaan kesatuan, garis tepi warna merah melambangkan keberanian dalam setiap melaksanakan tugas yang berpedoman pada hukum dan undang-undang, serta keberanian dalam menjaga kehormatan kesatuan yang selalu berpegang tuguh pada kejujuran dan kebenaran, dimana setiap anggota Brimob tinggi maupun rendah pangkat dan kedudukannya harus dan wajib menegakkan kehormatan Brimob dan selalu menghindari segala perbuatan, ucapan dan pikiran yang dapat menodai nama dan kehormatan Brimob.
“ BURUNG SIKATAN “ : melambangkan sifat sigap, tepat, dan cekatan/cepat, serta memiliki kelincahan, akurasi dan kecerdasan tinggi, warna hitam melambangkan keabadian, keluhuran, dan kehormatan kesatuan, warna putih pada gambar burung melambangkan kesucian diri dan hati nurani.
Bulu Ekor              : berjumlah 8 helai melambangkan 8 penjuru mata angin yang menggambarkan  kesiapsiagaan dalam menghadapi segala bentuk tantangan tugas.
Bulu Sayap    : berjumlah 14 dan 11 helai melambangkan tanggal dan bulan terbentuknya Korps Brimob.
“ PITA “ : warna kuning melambangkan kejayaan kesatuan, garis tepi warna merah melambangkan keberanian dalam melaksanakan tugas yang senantiasa berpegang teguh pada hukum dan undang-undang.
1.            Warna Bendera/Tunggul         :
Warna hitam pada Bendera/Tunggul melambangkan keabadian, keluhuran, dan kehormatan kesatuan, sedangkan warna merah marun/merah hati melambangkan perilaku insan Brimob senantiasa dilandasi dengan hati nurani yang luhur.

D.           ARTI
“ TANGGAP CENDEKIA WASPADA “ mempunyai arti bahwa sebagai insan bhayangkara sejati, setiap anggota Brimob Detasemen A wajib memiliki  kepekaan terhadap setiap perubahan situasi, selalu dalam kondisi siap siaga menghadapi tantangan tugas yang ada, dengan senantiasa menjunjung tinggi etika dalam pengabdiannya, memiliki wawasan pengetahuan yang luas serta memiliki integritas moral dan intelektual yang mumpuni, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok penanggulangan kejahatan yang berkadar tinggi demi terwujudnya keamanan dalam negeri pada umumnya dan wilayah hukum Polda Kaltim pada khususnya, sebagaimana tekad yang tertuang dalam motto pengabdian “ JIWA RAGAKU DEMI KEMANUSIAAN “, motto Operasional “ SEKALI MELANGKAH PANTANG MENYERAH SEKALI TAMPIL HARUS BERHASIL “ dan motto Pembinaan “ TIADA HARI TANPA LATIHAN “.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar